Selasa, 26 Juli 2011

herbal

Herbal adalah sejenis obat-obat yang diramu dari sumber daya alam yang ada dibumi allah, sejak dahulu ramuan dengan tumbuhan yang ada disekitar kita telah umum dilakukan, mula-mula dengan hanya mencoba-coba.tapi dan menebak-nebak saja, apa bila telah ditemukan kecocokan ramuan dengan kesembuhan yang diderita maka hal itu menjadi catatan sendiri bagi masyarakat tersebut. setiap kecocokan ramuan menjadi catatn tersendiri dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya
pada sat sekarang pemggunaan herbal sebagai obat telah diteliti secara lebih canggih,dengan berbagai penelitian ilmiah terhadap kandungan bahan aktif yang terdapat dalam herba yang bersangkutan baik penelitian oleh instansi pemerintah maupun penelitian secara individual ataupun golongan.
.disebabkan  pengobatan herba memiliki prospek dan potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Selain mudah didapat karena bahan bakunya banyak di sekitar kita terutama untuk masyarakat Asia, juga karena her4ba lebih aman dibandinf obat obatan berbahan kimia sintensis
 tumbuhan yang ada disekitar kita pada umumnya memiliki berbagai macam multi fungsi sebagai contoh bawang putih yang kita kenal sebagai penembah aroma pada masakan ternya mengandung bnyak khasiat bagi kesehatan kita, selain untuk obat darah tinggi, membasmi cacing perut, pendongkrak stamina seks, jantung karoner dan lain sebagainya.
sehingga tak salah back to nature (kembali ke alam) menjadi semarak di tengah-tengah masyarakat.  Tidak saja di kalangan bawah tetapi juga di kalangan masyarakat menengah ke atas, para ilmuwan dan bahkan para ahli kedokteran medis sekalipun

Pengertian Herba, Herbalogi dan Fitoterapi

Posted by romansah pada Februari 16, 2009
Herbalogi berasal dari dua kata yaitu ‘herba’ berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu.  Dengan demikian herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan tumbuh-tumbuhan.  Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan.
Istilah herba sendiri biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu.  Dalam dunia pengobatan, istilah herba memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan beserta bagian-bagiannya yang  mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat digunakan sebagai obat (therapeutic).  Misalnya mengkudu hutan (Morinda Citrifolia) yang mengandung morindin sebagai bahan anti kanker; Pegagan (Cantela Asiatica) yang mengandung asiaticoside yang berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan kecerdasan atau IQ.
Herbalogi sering disamakan dengan istilah fitoterapi.  Kata fitoterapi ini berasalah dari dua kata yaitu ‘fito’ yang berarti tumbuhan dan ‘terapi’ atau ‘therapy’ berarti pengobatan.  Jadi fitoterapi berarti pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang berasalah dari tumbuhan.

Perbedaan Pengobatan Herba dan Kimia Sintetis

Posted by romansah pada Februari 16, 2009
Pengobatan herba berbeda dengan pengobatan kimia sintetis, baik secara prinsip maupun praktis. Dianatara perbedaan tersebut ialah:

Pengobatan Kimia Sintetis
Pengobatan Herba
Menggunakan bahan kimia sintetis/anorganik
Menggunakan bahan alamiah
Daya keterserapan 50% – 70% (butirannya kasar)
Daya keterserapan 90% (butiran lebih halus)
Bersifat antibiotik (racun atau membunuh bakteri)
Bersifat probiotik
Menurunkan imunitas tubuh
Meningkatkan imunitas tubuh
Mengobati gejala penyakit
Bersifat holistik (menyeluruh), mengobati sumber penyakit (causative treatment)
Menimbulkan efek samping
Tidak menimbulkan efek samping (yang ada hanya DOC). Mengndung vitamin, mineral, dan nutrisi.
Memiliki kesan lebih cepat tetapi destruktif (merusak)
Memiliki kesan lambat tetapi konstruktif (membangun)
Dewasa ini telah banyak pengakuan para ahli kedokteran medis berikut hasil penelitian yang mereka lakukan terhadap kelemahan – kelemahan yang terdapat dalam pengobatan kimia sintetis. Diantaranya adalah :
  1. Dr. Paavo, seorang dokter dari amerika yang mengatakan bahwa semua obat ‘dadah’ (kimia sintetis) menyebabkan efek samping yang sangat berbahaya. Dengan perkiraan yang sangat rendah, sekurang-kurangnya 10 % dari semua penyakit yang diobati dengan obat kimia mengakibatkan penyakit sampingan yang lain.
  2. Dr. Ivan Illich dalam bukunya “Limits to Medicine” (1926) mengatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh “obat” terhadap kesehatan individu dan populasi selama ini telah menjadi kerusakan serius.
  3. Andre Well dari Amerika Serikat, mengemukakan bahwa pengobatan dengan kimia sintetis bukanlah pengobatan yang mengandung cara yang baik untuk suatu penyakit.

Konsep Pengobatan Herba

Posted by romansah pada Februari 16, 2009
Pengobatan herba (herbalogi) tidak hanya sekedar menggunakan herba (tanaman obat) sebagai bahan pengobatan tatapi juga membawa pendekatan yang bersifat holistik, dimana tidak berfungsinya sebagian anggota tubuh menyebabkan ketidakseimbangan bagian yang lain. Jika tubuh tidak mampu melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula (normal) maka akan timbul suatu penyakit. Karena itulah diantara tujuan pengobatan herba adalah mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
Selain itu, herbalogi juga memahami bahwa dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari faktor spiritual, emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis dikenal dengan sistem imuniti (ketahanan tubuh)
Sistem imuniti menjadi penentu utama sehat atau sakitnya seseorang. Ketika sistem imuniti berada dalam keadaan tinggi (kuat) maka tubuh akan sehat, sebaliknya ketika sistem imuniti rendah atau turun maka akan mudah sterserang suatu penyakit. Herbalogi menaruh perhatian yang besar terhadap masalah imuniti tersebut, sebagaimana tersurat dalam tujuan pengobatan yang dilakukan yaitu : “improve and maintain body immune system againts external pathogen and presure”. Meningkatan, memperbaiki dan mengekalkan sistem pertahanan tubuh dari serangan kuman luar (eksternal) serta tekanan lingkungan sekitar.
Herbalogi melihat pasien secara unik, tidak ada penyakit yang sama untuk semua orang. Setiap orang mempunyai karakteristik penyakit yang berbeda. Karena itu belum tentu dua orang pasien yang tampaknya memiliki penyakit yang sama akan diberikan obat yang sama pula.
Prinsip utama herbalogi menggunakan semurni mungkin bahan-bahan dari herba sebagai obat. Hal ini dikarenakan satu jenis herba mengandung bermacam-macam bahan kimia aktif. Keseragaman kimia tersebut akan menghasilkan aktivitas yang luas di dalam tubuh. Hal ini sangat berbeda dengan pengambilan bahan-bahan aktif tertentu saja yang justru dapat mengakibatkan munculnya kesan-kesan sampingan. Selain itu pengambilan bahan aktif tertentu saja biasanya kurang efektif sebagai pengobatan sebab tidak ada keseimbangan biokimia. Banyak contoh penelitian yang membuktikan bahwa apabila bahan aktif yang tertentu saja (ekstrak tunggal) yang digunakan maka akan menghasilkan bahan yang sangat beracun dant ifak efektif.
Dalam pengobatan herba juga tidak digunakan bahan isiolasi (pelarut kimia tertentu) ataupun bahan kimia sintetis yagn lain. Sebab bahan kimia kompleks yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan lebih mudah dicerna dan sedikit menimbulkan efek samping. Karena itulah jika terdapat 40 jenis bahan aktif dalam suatu herba lebih baik pengambilannya dalam bentuk gabungan (sinergi). Selain itu dengan melakukan sinergi dalam pengambilan herba dapat meningkatkan potensi ramuan tersebut.

Tujuan Penggunaan dan Mekanisme Kerja Herba

Posted by romansah pada Februari 16, 2009
Secara garis besar tujuan pengambilan herba ialah untuk membantu penyembuhan kekuatan fitrah (sistem imuniti) dan mengembalikan keseimbangan tubuh, bukan hanya sekedar untuk menghilangkan gejala (syimptomatik treatment) saja. Selain itu pengambilan herba bertujuan untukk mengatasi kekurangn zat makanan, vitamin, mineral, dan unsur-unsur penting yang diperlukan tubuh.
Menurut pandangan Perubatan Jawi, seperti yang disampaikan Tn. Hj. Ismail bin Ahmad, tujuan pengambilan herba adalah :
  1. Mencegah munculnya penyakit-penyakit baru
Suatu penyakit yang diderita oleh seseorang jika tidak diobati (dirawat) maka dapat menimbulkan munculnya penyakit-penyakit lain pada orang yang bersangkutan. Misalnya, penyakit kencing manis jika dibiarkan tanpa dilakukan pengobatan dapat menyebabkan timbulnya gangguan ginjal atau penyakit yang sama menjadi semakin parah (menjadi akut atau kronik). Penggunaan herba dapat digunakan untuk mencegah penyakit baru atau bertambah parahnya penyakit yang telah ada.
  1. Mengobati (menyembuhkan) penyakit yang diderita
eTujuan kedua dari pengobatan, barulah ditumpukan pada penyembuhan penyakit yang telah ada. Tindakan yang dilakukan oleh herba dalam hal ini ialah :
a.Release (mengeluarkan)
proses ini ialah mengeluarkan segala toksin (racun) yang menjadi punca (sumber utama) penyakit. Proses ini dikenal dengan proses detoksifikasi (detoxifikation). Biasanya dilakukan pada organ-organ : pencernaan (usus), hati, peredaran darah dan jantung, ginjal serta limfatik.
b. Relax (mengistirahatkan)
peringkat ini tubuh diletakan dalam keadaan yang stabil dimana keadaan suhu, alkali (basa) dan acid (asam) berada pada tahap yang paling baik, agar dapat membantu berfungsinya sistem imuniti tubuh.
c. Regeneration (mengganti dengan sel-sel yang baru)
sel-sel yang mati diganti dengan sel-sel baru dimana proses penuaan (aging) dipertahankan malah berlaku keadaan yang terbalik setelah mengamalkan herba. Kandungan anti oksidan akan bertindak sebagai anti penuaan (anti aging) dalam pencegahan penyakit-penyakit degeneratif.
d. Refunction (memfungsikan kembali)
Setelah proses diatas akan berjalan sempurna maka organ-organ akan berfungsi seperti semula dengan baik. Sistem imuniti akan bekerja dengan baik menolak penyakit dari luar maupun dalam tubuh.
M. Muchtam Sujatno (2003), mengkalasifikasikan kegunaan obat tradisional (herba) menjadi empat macam yaitu :
  1. untuk memelihara kesehatan dan kebugaran jasmani (tujuan propmotif)
  2. untuk mencegah penyakit (tujuan preventif)
  3. sebagai upaya pengobatan penyakit yang diderita (tujuan kuratif)
  4. untuk pemulihan kesehatan (tujuan rehabilitasi)

Aspek Utama Penggunaan Herba

Posted by romansah pada Februari 16, 2009
Tidak semua tumbuhan dapat digunakan sebagai obat.  Ada kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.  Demikian pula penggunaan (konsumsi) tanaman obat (herba) untuk mengobati suatu penyakit tidak boleh sembarangan, melainkan harus memperhatikan beberapa aspek seperti berikut :
  1. Khasilat. Berawal dari pemilihan herba, waktu pengambilan (masa pemetikan) dan pemrosesannya. Herba yang diambil dari tanah yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda walaupun herba tersebut memiliki species yang sama
  2. Cara Penggunaan
Bisa dengan merebus, serbuk atau ekstrak, minyak, balsem, dll.
  1. Sinergi
Berupa kombinasi dari beberapa herba dengan tujuan:
- menambah potensi ramuan
- mengurangi kekerasan obat
- mempercepat proses
- menghilangkan efek samping/keracunan
  1. Waktu Penggunaan
Herba sebaiknya dikonsumsi ketika perut dalam keadaan kosong dan sebaiknya kira-kira 30 menit sebelum makan. Pengambilan dalam bentuk rebusan lebih baik jika herba berasal dari kayu keras untuk memecah dinding selulosa sehingga kandungan bahan aktif dari herba yang bersangkutan dapat diserap. Terkecuali herba dari jenis bunga, daun, ganggang yang tidak mempunyai dinding selulosa seperti spirulina.
Agar herba yang digunakan aman untuk dikonsumsi, maka setiap herba yang akan dijadikan obat dan dipasarkan harus dipastikan telah lulus melewati empat tahap pengujian :
  1. Uji Mikroba
  2. Uji Logam Berat
  3. Uji Kelarutan
  4. Uji Steroid (bahan kimia sintetisis
  5.  dari (romansah.wordpress.com)